KELUARGA PENUH CINTA, YES WE ARE
Menciptakan budaya akademik yang mampu mendorong tumbuhnya sikap ilmiah dan berbudaya luhur serta menjadi lulusan yang mandiri, kreatif dan inovatif
SCIENTIST MUDA, SCIENTIST INDONESIA
Memasyarakatkan hasil-hasil penelitian dan inovasi dalam bidang pendidikan kimia serta mendukung laju pengembangan ilmu kimia dan pendidikan kimia
BERWARNA DALAM SEGALA SUASANA
Integrasi kepribadian yang tinggi, kemandirian dan kejujuran dalam berkarya, sikap terbuka dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan IPTEK
BELIA, CERIA, WAJAH PENGUBAH DUNIA
Pengabdian kepada masyarakat melalui penyebarluasan dan penerapan ilmu pendidikan kimia guna meningkatkan kualitas pembelajaran kimia dan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kimia
Tampilkan postingan dengan label Kabar Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Kimia. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 November 2012
Sandi DNA Membentuk Partikel Nano Emas
DNA mengandung sandi genetik untuk segala jenis
molekul dan sifat manusia. Namun para peneliti Universitas Illinois
telah menemukan kalau sandi DNA dapat membentuk struktur logam pula.
Tim
ini menemukan kalau segmen DNA dapat mengarahkan bentuk partikel nano
emas – kristal emas kecil yang dapat diterapkan dalam kedokteran,
elektronika, dan katalisis. Dipimpin oleh Yi Lu, profesor kimia di Universitas Illinois, tim ini menerbitkan temuan mengejutkan mereka di jurnal Angewandte Chemie.
“Sintesis
partikel nano tersandi DNA dapat memberi kita cara baru untuk
menghasilkan partikel nano dengan bentuk dan sifat teramalkan,” kata Lu.
“Penemuan demikian berpotensi berdampak pada teknologi bio-nano dan
penerapan dalam kehidupan sehari-hari seperti sebagai katalis, sensor,
pencitraan, dan kedokteran.”
Partikel nano emas memiliki terapan yang luas pada biologi dan
ilmu bahan karena sifat fisikokimianya yang unik. Sifat partikel nano
emas sangat ditentukan oleh bentuk dan ukurannya, jadi penting untuk
mampu merancang sifat partikel nano untuk terapan tertentu.
“Kami
bertanya apakah kombinasi barisan DNA berbeda dapat memiliki ‘sandi
genetik’ untuk mengarahkan sintesis bahan nano dengan cara yang sama
dengan arah sintesis protein mereka,” kata Zidong Wang, lulusan baru
dari grup Lu dan pengarang perdana makalah ini.
Partikel
nano emas dibuat dengan merajut benih emas kecil dalam larutan garam
emas. Partikel ini tumbuh sebagai emas dalam larutan garam yang
terendapkan ke benih. Grup Lu menginkubasi benih emas dengan segmen
pendek DNA sebelum menambah larutan garam, menyebabkan partikel ini
tumbuh dalam berbagai bentuk yang ditentukan oleh sandi genetik DNA.
Abjad
DNA mengandung empat huruf: A, T, G, dan C. Istilah sandi genetik
merujuk pada barisan huruf-huruf ini, yang disebut basa. Empat basa dan
kombinasinya dapat berikatan berbeda dengan benih nano emas dan
mengarahkan jalur pertumbuhan benih emas, menghasilkan berbagai bentuk.
Dalam
eksperimen mereka, para peneliti menemukan kalau untaian A berulang
menghasilkan partikel emas bulat kasar; T menghasilkan bintang, C
menghasilkan cakram bulat lempeng; dan G menghasilkan heksagon. Lalu
grup ini menguji untai DNA yang merupakan kombinasi dua basa, misalnya,
10 T dan 20 A. Mereka menemukan kalau banyak basa bersaing satu sama
lain menghasilkan bentuk perantara, walaupun A selalu mendominasi T.
Selanjutnya,
para peneliti berencana menyelidiki bagaimana sandi DNA mengarahkan
pertumbuhan partikel nano. Mereka juga berencana menerapkan metode
mereka untuk mensintesis tipe bahan nano lainnya untuk penerapan baru.
Sumber berita:
http://www.faktailmiah.com/2012/08/17/sandi-dna-membentuk-partikel-nano-emas.html
Inovasi Terbaru Menuai Hidrogen dari Air
Hidrogen memiliki
banyak kelebihan, antara lain memiliki energi pembakaran yang besar per
satuan massa hidrogen dan merupakan bahan bakar yang sangat bersih
karena emisi pembakarannya berupa air (H2O). Baru-baru ini, tim peneliti
dari School of Chemistry Monash University Australia telah menemukan
inovasi baru dalam mengubah air menjadi hidrogen lewat proses
elektrofotokatalisis yang terinspirasi dari cara tumbuhan mengubah air
menjadi oksigen.
Para ilmuwan di dunia mengakui bahwa bagian
tersulit dari mengubah air menjadi bahan bakar adalah mengonversi air
menjadi hidrogen dan oksigen. Tim peneliti yang telah mempublikasikan
hasil penelitian mereka di jurnal Nature Chemistry ini berhasil membuat
sistem sel konversi air menjadi hidrogen menggunakan katalis berbasis
logam mangan (Mn). Katalis ini sendiri memiliki struktur molekul yang
menyerupai mineral mangan birnessite [(Na0.3Ca0.1K0.1)(Mn4+,Mn3+)2O4 ·
1.5 H2O].
Tim peneliti tersebut memanfaatkan tingkat oksidasi dari
ion mangan, terutama mangan (II) dan mangan (IV) untuk mengoksidasi air
menjadi oksigen dan hidrogen. Pemberian tegangan listrik akan mengubah
mangan (II) pada birnessite teroksidasi menjadi mangan (IV). Selanjutnya
pemaparan dengan cahaya matahari akan mengembalikan bentuk mangan (IV)
menjadi mangan (II) sekaligus mengubah dua molekul air (H2O) menjadi
satu molekul gas oksigen (O2), empat proton (H+), dan empat elektron.
Selanjutnya keempat proton dan elektron tersebut bergabung menjadi dua
molekul gas hidrogen (H2). Siklus katalis mangan berlangsung cepat dan
voltase listrik yang dibutuhkan tidak terlalu besar jika dibandingkan
dengan elektrolisis langsung air menggunakan elektroda inert.
Inovasi
ini terbukti menghasilkan gas hidrogen dari air secara lebih mudah dan
murah. Penemuan ini diharapkan akan menginspirasi produsen bahan bakar
hidrogen di dunia untuk mengaplikasikannya sehingga akan terwujud
penggunaan bahan bakar hidrogen yang mengglobal.
Posted in: Kabar KimiaPenetasan Nanopartikel Emas
SERS
biasanya meliputi penempatan suatu sample pada suatu permukaan metal
yang kasar, yang memperkuat sinyal Raman dari suatu sample tersebut. Zhong Qun Tian dari Xiamen University, di Cina; Zhong Lin Wang dari Georgia Tech; beserta para rekan kerjanya mengubah konfigurasi biasa ini secara terbalik.
Para
peneliti menetasakan suatu sample dengan silica – atau alumina-yang
dilapisi dengan nanopartikel emas dan kemudian mengumpulkan spectra
Raman (Nature 2010, 464, 392). Mereka
menyebut menamainya dengan metode baru kerangka –nanopartikel
terisolasi –yang memperkuat spektroskopi Raman, atau SHINERS.
“Smart
dust” meliputi nanopartikel emas berukuran 55-nm yang dibungkus dengan
suatu kerangka silica atau alumina. Kerangka ini, yang ketebalannya
berukuran 2 nm, mengisolasi beberapa partikel dari suatu sample dan dari
tiap-tiapnya, namun masih memungkinkan peningkatan sinyal Raman.
“Tiap-tiap partikel seperti lubang yang mandiri, tetapi lapisannya cukup
tipis guna memungkinkan emas tersebut secara efektif meningkatkan
sinyal Raman pada permukaan molekul yang akan dideteksi,” kata Wang.
“Pelapisan dialektris merupakan suatu ide yang bagus, karena hal ini mengubah kelembaman partikel,” kata Renato Zenobi dari Swiss Federal Institute of Technology, Zurich, penemu metode terkait yang dinamakan tip-enhanced Raman spectroscopy (TERS).
Debu
tersebut meningkatkan tingkat sensitifitas relative SHINERS dan TERS.
Dibandingkan dengan TERS, SHINERS mempunyai sedikit resolusi spasial
namun memiliki intensitas sinyal yang lebih tinggi dari sejumlah besar
nanopartikel pada sampelnya, kata Zenobi.
Dengan menggunakan
SHINERS, Tian, Wang, beserta para rekan kerjanya menganalisa suatu
jangkauan luas dari suatu sampel. Mereka mengukur adsorpsi hidrogen pada
permukaan datar kristal tunggal yang terbuat dari platinum dan silicon.
Mereka juga memperoleh spectra protein pada dinding sel ragi. Bahkan
mereka mampu untuk mendeteksi residu peptisida pada buah-buahan segar.
Wang
mengharapkan penggunaan teknik ini pada alat portable tangan yang dapat
“membuat Raman ini berpindah dari laboratorium ke keseharian
orang-orang.”
Sumber: http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/penetasan-nanopartikel-emas/
Posted in: Kabar KimiaSolar Sel
Brian
Korgel, seorang insinyur kimia padaUniversitas Texas di Austin,
mengaharapkan untuk memangkas biaya sepersepuluh dari harga mereka
sekarang dengan menggantikan standard proses pabrikasi untuk sel – sel
solar disposisi fase gas pada ruang vakum, yang membutuhkan suhu tinggi
dan relative sangat mahal.
“Hal ini sangat esensial dengan apa yang dibutuhkan untuk membuat teknologi sel – sel solar dan photovoltaics
secara luas untuk diadopsi,” kata Korgel. “Matahari menyediakan sumber
energi hampir tanpa batas, tetapi keberadaan energi solar yang
menghasilkan beberapa teknologi menjadi penghalang yang sangat mahal dan
tidak dapat diselesaikan dengan bahan baker fosil.”
Hampir lebih dari dua tahun, Korgel dan timnya telah berusaha pada biaya rendah pabrikasi dari solusi bahan nano hingga photovoltaics
– atau sel solar. Korgel bekerja sama dengan profesor Al Bard dan Paul
Barbara, keduanya dari Department Kimia dan Biokimia, serta Profesor
Ananth Dodabalapur dari Departemen Teknik Listrik dan Komputer. Baru –
baru ini mereka memperlihatkan bukti konsep mereka yang diterbitkan baru
– baru ini pada Jurnal American Chemical Society.
Tinta ini dapat
dicetak pada berrol – rol proses pencetakan pada sebuah substrat
plastic atau stainless steel. Dan prospek untuk bias dapat mengecatkan
“tinta” ini pada atap rumah atau gedung tidaklah dibuat – buat.
“Anda
hanya perlu mengecat bahan yang menyerap sinar dan juga beberapa
lapisan lainnya,” kata Korgel. “Hal ini selangkah maju ke arah sel solar
yang dapat dicatkan.”
Korgel menggunakan bahan nano yang menyerap
sinar, yang mana 10,000 kali lebih kecil ketimbang helai rambut, karena
ukuran mikrokospis mereka memperbolehkan untuk property fisik baru
yang dapat memudahkan peralatan dengan efisiensi tinggi.
Pada
tahun 2002, dia pimpinan yang mendirikan sebuah perusahaan bernama
Innovalight, berpusat di California, yang memproduksi tinta – tinta
dengan menggunakan silicon sebagai dasarnya. Sekarang ini, Korgel dan
timnya sedang menggunakan copper indium gallium selenide atau CIGS, yang keduanya murah dan ramah terhadap dampak lingkungannya.
“CIGS
mempunyai beberapa keuntungan diatas silicon,” jelas Korgel. “Ini
merupakan semikonduktor langsung pita pembatas, yang berarti bahwa anda
perlu sedikit sekali bahan untuk membuat sel solar, dan itu merupakan
salah satu potensi terbesar keuntungannya.”
Timnya telah
mengembangkan prototype sel solar dengan efisiensi sekitar satu persen;
bagaimanapun, mereka perlu sekitar 10 persen.
“Jika kita sampai 10
persen, lalu pasti ada potensi nyata untuk komersialisasi,” kata
Korgel. “Jika ini berhasil, Saya pikir anda dapat melihat benda ini akan
digunakan dalam tiga atau lima tahun.”
Dia juga mengatakan bahwa
tinta ini, yang mana semi-transparan, dapat membantu merealisasikan
prospek mempunyai jendela yang berfungsi ganda sebagai sel solar. Korgel
mengatakan pekerjaannya telah menarik minat rekanan dari industrial.
Sumber: http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/kimia_material/sel-sel-solar-yang-dicatkan-pada-atap-rumah/
Posted in: Kabar KimiaPenemu Formula Kimia Pemadam Api Ramah Lingkungan
Saat itu, ia kuliah di jurusan Teknik Mesin Universitas London (ia
masuk tahun 1977, karena para dosennya sulit mengeja Hartolaksono maka
kemudian namanya sering dipanggil Hart) dan meneliti saripati kulit
singkong untuk bahan pelumas engsel robot, tak sengaja ia menumpahkan
bahan itu di atas nyala api. Ternyata api padam. Randall takjub. Di
bawah bimbingan Profesor Evans, ia meneliti keampuhan kulit singkong.
Saripati singkong, menurutnya, terbukti memutus reaksi kimia berantai dalam proses kebakaran. “Zat aktif itu bisa mencegah lompatan energi elektron melewati titik kritis di lapisan terluar atom saat pembakaran”, katanya.
Randall menjuluki teorinya “free radical” atau radikal bebas. Teori
ini sempat ditolak pakar Inggris dalam pertemuan tahunan di Edinburgh
University, Skotlandia, 1982.
Baru setelah uji coba laboratorium selama lima tahun, teori Randall diakui. “Mereka menyebutnya teori pemutusan rantai kimia”, katanya.
Dalam penelitian lanjutan, zat aktif dari kulit singkong, seperti tripotasium sitrat, itu bisa dikembangkannya menjadi aneka produk anti api. Ada yang seperti cat, dioleskan pada kayu, membuat tahan api selama 200 tahun! Ada juga yang dimasukkan pada tabung semprot untuk memadamkan nyala api.
Dalam penelitian lanjutan, zat aktif dari kulit singkong, seperti tripotasium sitrat, itu bisa dikembangkannya menjadi aneka produk anti api. Ada yang seperti cat, dioleskan pada kayu, membuat tahan api selama 200 tahun! Ada juga yang dimasukkan pada tabung semprot untuk memadamkan nyala api.
Kini tiga produk temuan Randall telah mendapat sertifikat uji standar
dari beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia.
Produknya bisa menembus banyak tempat elit, seperti Istana Buckingham
Inggris. Perusahaan Malaysia seperti Petronas, Proton dan Telecom
mengganti produk halon dengan produk Randall yang ramah lingkungan.
Beberapa hotel berbintang pun mulai disusupi produk Randall.
Pemegang status permanent residence di Inggris dan Singapura ini
membangun kerajaan bisnisnya yang dinamai Hartindo Chemicatama Industri.
Selain di Jakarta dan Surabaya, Randall juga membangun pabrik perakitan
di Malaysia, Singapura, Taiwan, Inggris dan Thailand.
Tapi sukses tidak diraih Randall dengan gampang. Sebelum mendapat
banyak lisensi, ia harus keluar masuk laboratorium di mancanegara. Ia
memberi contoh, AF11E yang ditemukan pada 1983 baru mendapat sertifikat
uji standar dari Amerika tahun 2000. Randall membuktikan, jadi inovator
tak cukup hanya kreatif, melainkan juga harus ulet dan sabar.
Pendidikan & Karier
Randall
Hart, BSc. MSc., Ia menjabat sebagai Managing Director dari beberapa
perusahaan, yaitu PT. Hart Industries Limited (UK), London, Inggris,
sejak tahun 1990; PT. Hartindo Chemicatama Industri (mulai tahun 1992);
Newstar Holdings Singapore (dari tahun 1995); dan Newstar Chemicals
Malaysia (sejak tahun 2000).
Randall mengenyam pendidikan formal di SMA Pangudi Luhur-Jakarta,
Advance Level in Science (Hounslow Borough College-London UK), BSc.
serta MSc. di Mechanical Engineering (Queen Mary College-London
University, UK).
Selain itu, ia juga pernah mengikuti beberapa pendidikan non-formal,
mulai dan Kursus Kimia, Bahasa Melayu, hingga Pendidikan Pemadam
Kebakaran. Untuk yang terakhir, bahkan ia mempunyai 2 ijazah, yaitu dan
Fire Service College dan Washington Hall College, yang merupakan lembaga
pendidikan pemadam kebakaran terbesar di dunia.
Perjalanan kariernya dimulai pada tahun 1983, dengan bekerja sebagai
Production Engineer Mobil Oil Indonesia, yang dijalaninya sampai tahun
1985. Setelah itu, ia sempat bekerja di Petroleum Engineer Petroleum, UK
(1986-1990), sebelum akhirnya mendirikan perusahaan-perusahaan yang
sampai sekarang dikelolanya.
Setelah lulus SMA, Randall sempat melanjutkan pendidikannya ke
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti-Jakarta. Tetapi kemudian,
saat berumur 18 tahun, ia dikirim untuk belajar ke London. Di sana,
sesuai dengan kesenangannya dalam hal mesin, ia menekuni bidang
Mechanical Engineer, hingga memperoleh gelar BSc. dan MSc.
Sejak menemukan bahan kimia yang dapat memadamkan dan mencegah
timbulnya api pada tahun 1979, Randall dapat dikatakan sudah terjun ke
dunia industri, tepatnya di bidang Fire Safety. Dimana, setelah itu ia
berkutat untuk menyusun suatu Formula, hingga akhirnya berhasil
menciptakan bahan kimia baru untuk memadamkan serta mencegah api.
Di bidang Organisasi Profesi, namanya tercatat di dalam keanggotaan
berbagai Asosiasi Profesional Intemasional, antara lain Institute of
Mechanical Engineer (IME-UK), National Fire Prevention Association (NFPA
-USA), Fire Prevention Association (FPA-UK), Malaysian Fire Protection
Association (MFPA – Malaysia) dan Institute of Fire Engineer (IFE-UK).
Sumber: http://indonesiaproud.wordpress.com/2012/07/22/randall-hartolaksono-penemu-formula-kimia-pemadam-api-ramah-lingkungan/
Posted in: Kabar KimiaChip Yang Terintegrasi Kimia
Penemuan baru chip yang terintegrasi kimia pertama di dunia. Sebuah penemuan baru di bidang rekayasa kontol yang terintegrasi
kimia pertama, mirip dengan silikon berbasis elektronik, tetapi untuk
bahan biologis untuk kontrol tubuh manusia. Mengingat tubuh manusia
bukanlah mesin, melaingkan jutaan syaraf yang sangat rumit, dan mengatur
tubuh manusia dimana pusat konntrolnya terdapat pada otak sangatlah
sulit. Penemuan baru ini ditemukan oleh Klas Tybrandt, seorang mahasiswa
doktor dalam Elektronika Organik di Universitas Linköping, Swedia.
Sebuah rangkaian kimia yang mirip dengan silikon memungkinkan zat
kimia yang berbeda dapat berjalan melalui tubuh, dan mengirim sinyal ke
otak yang akan mengontrol pergerakan tubuh. Kirim kimia tertentu untuk
sinapsis otot yang tidak sinyal, misalnya, dan membimbing melalui
sirkuit. (Pesaing kimia besar dalam hal ini tampaknya menjadi
asetilkolin neurotransmitter, yang memungkinkan kontrol otot.) Sebelum
ini, Electronics Organik kelompok riset di Linköping University telah
mengembangkan transistor untuk mengangkut molekul, tapi sirkuit ini
menawarkan lebih banyak fleksibilitas pengiriman sel tunggal
keseluruhan.
Para peneliti berharap ini membuka gerbang untuk bidang baru dari teknologi sirkuit berdasarkan ion dan molekul elektron.
Sementara chip silikon yang ditemukan dalam perangkat elektronik yang
dibangun di sekitar aliran elektron melalui sirkuit, dengan
pengembangan “chip kimia terintegrasi “, seorang mahasiswa doktor di
Linköping University jurusan Elektronik Organik di Swedia telah
menciptakan dasar untuk teknologi sirkuit yang sama sekali baru
berdasarkan transmisi ion dan molekul.
Sementara Elektronik Organik kelompok riset di Universitas Linköping
sebelumnya mengembangkan transistor ion yang mampu mengangkut kedua ion
positif dan negatif, serta biomolekul, doktor siswa Klas Tybrandt telah
pergi satu langkah lebih jauh dengan menggabungkan kedua jenis
transistor ke sirkuit yang saling melengkapi, mirip dengan cara
tradisional berbasis silikon elektronik. Seperti berbasis silikon chip,
chip kimia terintegrasi berisi gerbang logika, seperti gerbang NAND,
yang membentuk dasar dari elektronika digital dengan memungkinkan untuk
pembangunan semua fungsi logis.
Tapi tidak seperti silikon tradisional berbasis elektronik di mana
elektron bertindak sebagai pembawa muatan, sirkuit kimia menggunakan zat
kimia. Para peneliti mengatakan bahwa karena zat kimia dapat memiliki
berbagai fungsi, chip kimia memberikan peluang baru untuk mengontrol dan
mengatur jalur sinyal sel dalam tubuh manusia.
“Kita bisa, misalnya, mengirimkan sinyal ke sinapsis otot mana sistem
sinyal mungkin tidak bekerja untuk beberapa alasan,” kata Magnus
Berggren, Profesor Elektronik Organik dan pemimpin kelompok penelitian.
“Kami tahu karya chip kami dengan zat sinyal umum, misalnya
asetilkolin.”
Terobosan ini datang di bagian belakang pekerjaan dimulai tiga tahun
lalu oleh Tybrandt dan Berggren untuk mengembangkan transistor ion yang
dapat mengontrol dan mengangkut ion dan biomolekul dibebankan. Para
peneliti di Karolinska Institutet kemudian menggunakan transistor untuk
mengontrol pengiriman ke sel-sel individual asetilkolin, yang bertindak
sebagai neurotransmitter di sistem saraf perifer, pusat, otonom dan
somatik.
Sumber: http://teknologiterbaru2012.wordpress.com/2012/05/12/penemuan-baru-chip-yang-terintegrasi-kimia-pertama-di-dunia/
Posted in: Kabar KimiaPenemuan: Air Elastis
Dikembangkan
di Tokyo University, materi baru ini sebagian besar terdiri atas air
(95%) dengan tambahan dua gram tanah liat dan bahan organik. Menyerupai
zat yang dihasilkan agar-agar atau gel, namun sangat elastis dan
transparan.
Penemuan
ini awalnya terungkap minggu lalu dalam edisi terbaru majalah ilmiah
Nature. Menurut para ilmuwan Jepang, bahan baru ini sangat aman untuk
lingkungan dan manusia, dan sangat mungkin untuk menjadi salah satu
media penting dalam teknologi kedokteran untuk menolong yang terluka
atau menyelesaikan pembedahan yang aman (seperti menggantikan
bagian-bagian tubuh yang dipotong).
Bahkan
dengan meningkatkan densitasnya, material baru ini dapat digunakan
untuk menghasilkan “bahan plastik ekologis,” atau bisa menggantikan
plastik sama sekali. Tahap ini masih dalam penelitian hingga September
2010. Namun jika berhasil, para ilmuwan mungkin telah menemukan sebuah
terobosan untuk membuat dunia sedikit lebih hijau.Sumber: http://chemistpoenablog.wordpress.com/2010/12/03/penemuan-terbaru-di-bidang-kimia/
Posted in: Kabar KimiaElemen Kimia Terbaru: Copernicium
KMK (JD) Dunia
kimia digemparkan lagi nih sama penemuan elemen kimia terbaru 112 pada
tabel periodik yang akan diberi nama copernicium. Pemberian nama
tersebut kabarnya sebagai bentuk penghargaan bagi ahli astronomi
Nicolaus Copernicus. “Kami ingin menghormati seorang ilmuwan terkemuka
yang merubah pandangan kami di dunia,” kata Hofmann Sigurd, ketua tim
penemuan pusat penelitian ion berat Helmholtz Center di Kota Darmstadt,
Jerman, baru-baru ini.
Elemen Kimia Terbaru Diberi Nama Copernicium
Copernicus
yang hidup pada kurun waktu 1473-1543, telah membuktikan bahwa matahari
merupakan orbit bumi. Penemuannya itu dinilai membuka jalan pada manusia
untuk melihat dunia.
Sekedar informasi aja, pada tahun 1996
ilmuwan menemukan elemen 112. Elemen kimia bernomor 112 atau uninbium
akan dimasukkan dalam tabel periodik secara resmi oleh The International
Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) dalam waktu dekat. Uninbium
merupakan bahasa Latin dari angka 112.
Uninbium
pertama kali diciptakan dengan cara menembakkan atom elemen seng (Zn)
ke logam timbal (Pb) melalui akselerator partikel sepanjang 120 meter.
Elemen ini memiliki massa 277 kali lebih berat dari hidrogen sehingga
menjadi elemen terberat yang ada dalam tabel periodik.
Ununseptium
sendiri Merupakan unsure kimia baru, dan untuk sementara dinamai unsur
ke 117 . Ununseptiun adalah kombinasi antara isotop berkelium dan
kalsium yang diciptakan para ilmuwan di Dubna, Rusia. Para fisikawan
mengatakan bahwa unsur ini bisa menunjukkan “island of stability”,
dimana unsur yang terberat bisa bertahan selama berbulan-bulan.
Unsur
dengan nomor atom 117 ini dibuat dengan cara memborbardir 249Bk dengan
ion kalsium dalam siklotron JINR U4000 selama 150 hari yang terdapat di
Dubna. Keseluruhan proses yang memakan waktu tidak lebih dari 320 hari
yang merupakan waktu paruh unsur Bk (150 hari dalam siklotron+analisis
data+review oleh tim peneliti) ini akhirnya berhasil menghasilkan 6 atom
Ununseptium. Masing-masing dari keenam atom tersebut kemudian meluruh
dengan memancarkan partikel alfa menjadi unsur bernomor atom 115
kemudian 113 sampai intinya terbelah menjadi dua atom yang lebih stabil.
Sumber: http://kmkimia.mipa.ugm.ac.id/2012/03/elemen-kimia-terbaru-diberi-nama-copernicium/
Posted in: Kabar KimiaTahun Internasional Kimia 2011
Kabar gembira buat semua pecinta kimia, karena dua tahun mendatang
tepatnya tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011 (International Year of Chemistry – IYC 2011 – Our Life , Our Future).
Gagasan Tahun Internasional Kimia 2011 ini pertama kali dicanangkan
pada bulan Agustus 2007 pada pertemuan umum The International Union of
Pure and Applied Chemistry (IUPAC) di Turin Italia. Gagasan ini ternyata
disambut baik oleh dewan PBB dan pada pertemuan PBB bulan Desember
2008, IUPAC dan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyetujui untuk merayakan tahun
2011 sebagai Tahun Internasional Kimia. Tahun 2011 juga bertepatan
dengan peringatan 100 tahun penghargaan Nobel Prize Kimia untuk Mme
Maria Sklodowska Curie, yang berarti juga peringatan akan kontribusi
wanita ke ilmu sains.
Peranan kimia dalam kehidupan manusia begitu
penting, seluruh materi baik padat, larutan dan gas tersusun dari
berbagai unsur-unsur kimia dan bahkan seluruh proses kehidupan
ditentukan oleh berbagai reaksi kimia. IUPAC dan UNESCO menyadari sudah
saatnya untuk memperingati keberhasilan kimia dan sumbangannya bagi
kehidupan manusia.
“Tahun Internasional Kimia akan meningkatkan
apresiasi global terhadap perkembangan ilmu kimia dalam kehidupan kita
dan masa depan kita. Saya berharap peringatan ini dapat meningkatkan
kepedulian publik terhadap kimia dan meningkatkan ketertarikan kaum muda
akan ilmu sains serta memberikan masa depan yang cerah bagi masa depan
kimia”, sambutan dari Ketua the International Union of Pure and Applied
Chemistry (IUPAC), Professor Jung-Il Jin pada pertemuan PBB.
“Saya
menyambut kesempatan untuk memperingati kimia sebagai salah satu dasar
dari ilmu sains,” ujar Koichiro Matsuura, Direktur Umum UNESCO,
“Meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia adalah suatu hal yang
sangat penting dalam rangka menjawab tantangan pembangunan yang
berkesinambungan. Adalah hal yang mutlak bahwa kimia berperan penting
dalam membangun sumber alternatif energi dan menghidupi populasi dunia
yang terus berkembang” tambahnya.
Dalam memperingati Tahun
Internasional Kimia 2011 akan direncanakan berbagai aktivitas dan event
baik regional, nasional dan internasional yang didukung baik dari
asosiasi kimia nasional, institusi edukasi, industri, pemerintahan dan
organisasi non-pemerintahan. Aktivitas dan event ini berusaha
memperkenalkan kepada publik luas tentang peranan kimia, memberikan
solusi terhadap tantangan global, dan membangun generasi muda yang
peduli terhadap sains.
Posted in: Kabar Kimia


11.22
Unknown

